"Selamat Datang Di Blog Pro Ecclesia Et Patria"

Jumat, 24 Februari 2012

POTENSI KEPEMIMPINAN SISWA


1.   Pengertian Potensi Kepemimpinan
14
 
                 Potensi kepemimpinan adalah  kemampuan untuk mempengaruhi, memberi inspirasi dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Menurut Veithzal Rivai (2006:2) “Kepemimpinan adalah seni mempengaruhi dan mengarahkan orang lain dengan  cara kepatuhan, kepercayaan, kehormatan, dan kerjasama yang bersemangat dalam mencapai tujuan bersama”. Ordeway Tead (1985:48) merumuskan pengertian kepemimpinan sebagai berikut: “Leadership is the activity influencing people to cooperate some good which the come to find desirable” berarti kepemimpinan adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang lain untuk bekerjasama guna mencapai tujuan tertentu yang di inginkan. Selanjutnya menurut Stogdill (dalam Doni Prihandono,2004:5) merumuskan bahwa kepemimpinan adalah “Suatu proses atau tindakan yang mempengaruhi aktivitas suatu kelompok organisasi dalam usahanya mencapai tujuan tertentu”.

                 Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka dapat di simpulkan bahwa potensi kepemimpinan adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara agar mau bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
                 Menurut Goestch dan Davis  (dalam Doni Prihandono, 2004:5) yang menyatakan bahwa: “Kepemimpinan merupakan kemampuan  untuk membangkitkan semangat orang lain agar bersedia atau melampaui tujuan organisasi”. Sedangkan menurut Sarros dan Butchatsky (2006) mengatakan bahwa: “Leadership is defined as the purposeful behavior of as well as theorganization or common good”. (artinya kepemimpinan dapat di defenisikan sebagai suatu perilaku tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang di rancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi). Sejalan dengan pendapat diatas menurut Veithzal Rivai (2006:3) mengatakan: “kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi, memberi inspirasi dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan yang diharapkan”.
                 Bedasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi seseorang atau kelompok untuk mendapatkan pengikut agar mencapai tujuan dan bermanfaat bagi individu dan organisasi melalui berbagai cara”. Menurut Jhon C. Maxwell (dalam Rajagukguk, 2007:102) mengatakan  bahwa inti dari kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.
2.      Fungsi kepemimpinan
                 Pada hakekatnya kepemimpinan mempunyai fungsi yang amat penting dan strategis dalam kehidupam organisasi. Fungsi kepemimpinan berhubungan langsung dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok atau organisasi masing-masing, yang mengisyaratkan bahwa setiap pemimpin berada didalam bukan di luar situasi itu. Menurut Veithzal Rivai (2011:34-35) mengatakan secara operasional ada lima fungsi pokok kepemimpinan sebagai berikut :
a.       Fungsi Instruksi
           Fungsi ini bersifat komunikasi satu arah. Pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa, bagaimana, bilamana, dan dimana perintah itu di kerjakan agar keputusan dapat di laksanakan secara efektif. Pemimpin yang efektif  memerlukan kemampuan untuk mengerakan dan memotivasi orang lain agar mau melaksanakan perintah.

b.      Fungsi Konsultasi
           Fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan, pemimpin kerapkali memerlukan bahan pertimbangan, yang mengharuskan berkonsultasi  dengan orang-orang yang dipimpinnya yang di nilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan keputusan. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan kepada orang-orang yang dipimpin dapat di lakukan setelah keputusan di tetapkan  dan sedang dalam pelaksanaan, konsultasi ini dilakukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah di tetapkan dan di laksanakan. Dengan menjalankan fungsi konsultatif di harapkan keputusan-keputusan mendapatkan dukungan dan lebih mudah menginstruksikanya, sehingga kepemimpinan berlangsung efektif.

c.       Fungsi Partisipasi
           Dalam menjalan kan tugasnya pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinya, baik dalam keikutsertaanya mengambil keputusan maupun dalam melaksanakanya. Partisipasi bukan bearti bebas berbuat semaunya,tetapi di lakukan secara terkendali dan terarah berupa kerjasama dengan tidak mencampuri  atau mengambil tugas pokok orang lain.

d.      Fungsi Delegasi
           Fungsi delegasi di laksanakan dengan memberikan wewenang membuat/menetapkan keputusan, baik melalui persetujuan maupun tampa persetujuan dari pemimpin. . fungsi delegasi pada dasrnya bearti kepercayaan. Orang-orang yang penerima delegasi pada dasarnya diyakini merupakan pembantu pemimpin yang memiliki kesamaan prinsip, persepsi dan aspirasi.

e.       Fungsi Pengendalian
           Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang efektif mampu mengatur aktifitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Fungsi ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi dan pengawasan.

                 Menurut Sahlan Asnawi (1990:191-193) mengungkapkan beberapa fungsi kepemimpinan adalah sebagai berikut:
a.       Koordinator dan penanggung jawab kelompok sehingga dialah yang di pandang untuk paling di percaya mengenai segala permasalahan bawahan.
b.      Perencana dan penentu arah dan tujuan yang ingin di capai.
c.       Menampung aspirasi bawahan sebagai bahan pengambilan keputusan sebaliknya ia pun merupakan pusat penyebar informasi sehingga nuansa
transfaransi antara bawahan dan atasan atau sebaliknya dapat tercipta.
d.      Orang yang paling tahu dan paling memahami mengenai aktivitas organisasi, sehingga ia merupakan yang di pandang dapat dijadikan tempat bertanya.
e.       Merupakan wakil dari kelompok dalam menghadapi dunia luas, terutama berfungsi sebagai juru bicara apabila terjadi kontak interaksi terutama komunikasi dengan dunia luar.
f.       Pengawas dan pembimbing sehingga ia merupakan penggembala bawahan agar anak buah tidak melakukan penyimpangan perilaku atau bahkan sebagai penasehat apabila ada anak buah yang keliru dalam berbuat sesuatu.
g.      Pemberi hadiah dan hukuman, keberhasilan pimpinan adalah keberhasilan bawahan. Oleh karena itu wajar apabila pemimpin memberikan hadiah dan memberikan hukuman pada bawahan yang melanggar aturan main yang ada, hadiah atau hukuman dapat berupa materil atau non-materil.
h.      Penengahan dan perantara antara kelompok yang ada di bawahnya.
Hal ini terjafi manakala ada perselisihan atau kurang keserasian hubungan antar kelompok kerja dalam organisasi, sehingga ia merupakan juru damai dalam perselisihan yang mungkin terjadi antara kelompok satu dengan kelompok lain.
i.        Merupakan teladan
Pemimpin merupakan public figure, ia merupakan pusat pandangan dan perhatian semua orang yang ada dalam organisasi sehingga bawahan cendrung ingin membandingkan apa yang diperbuatnya dengan pemimpinya. Oleh karena itu pemimpin cenderung menjadi teladan bagi setiap bawahan dalam hal apapun.
j.        Lambang bagi kelompok keberadaan pemimpin dapat dianggap sebagai wakil personifikasi semua pribadi kelompok.
k.      Wakil yang bertanggung jawab
Dalam hal mengeksperesikan diri keluar,anggota organisasi tidak perlu harus secara bersama-sama hadir dan bersuara bersama melainkan mempercayakan kepada sang pemimpinyang bertindak sebagai wakil dari semua anggota kelompok secara bertanggungjawab bedasarkan atas aspirasi kelompok.
l.        Sumber ide bagi kelompok.
Mengingat pemimpin itu adalah seseorang yang dipandang ahli penentu
baik kebijaksanaan maupun tujuan organisasi,lambing sekaligus sebagai orang yang patut di teladani maka pemimpin juga merupakan sumber munculnya ide-ide bawahan. Artinya apa yang di kemukakan oleh pemimpin maka akan di kembangkan oleh anak buahnya ke dalam sutu kreasi-kreasi baru yang dapat memunculkan aktivitas dalam organisasi.
m.    Merupakan figur ayah bagi bawahan
Dalam fungsinya sebagai pembimbing dan teladan,maka pemimpin yang di tempatkan posisinya sebagai ayah. Oleh sebab itu tidak jarang apabila ada bawahan yang sedang mengalami permasalahan pribadi yang ingin berkonsultasi dengan atasanya.
n.      Orang yang berani bersaing
Pemimpin harus menjadi andalan bagi bawahan.olehb karena itu pemimpin tidak ingin mengorbankan nasib anak buahnya terhadap tantangan atau persaingan apapun yang dating dari luar, pemimpin harus siap melakukan persaingan atau menerima tantangan.

                  Bedasarkan kedua pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa fungsi kepemimpinan adanya keterwakilan kelompok yang dipimpinya, kepercayaan, pendistribusian kekuasaan, kemampuan membangun kerjasama team yang solid, memahami tugas,wewenang dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.
3.      Tipe-Tipe Kepemimpinan
                  Dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan, maka akan berlangsung aktivitas kepemimpinan. Apabila aktivitas itu dipilah-pilah akan terlihat dengan jelas tipe-tipe yang di jalankan seseorang pemimpin dalam menjalankan roda organisasinya. Menurut Veithzal Rivai (2011:36-37) membedakan  tipe-tipe kepemimpinan secara umum adalah sebagai berikut:

a.       Tipe kepemimpinan otoriter
            Tipe kepemimpinan otoriter dengan ciri-ciri sebagai berikut menempatkan kekuasaan di tangan satu orang, pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal, menuntut ketaatan penuh dari para bawahanya dalam melaksanakan perintah, kedudukan dan tugas anak buah semata-mata hanya pelaksana keputusan.  
b.      Tipe kepemimpinan kendali bebas
            Tipe ini merupakan kebalikan dari tipe kepemimpinan otoriter, pemimpin berkedudukan sebagai simbol, kepemimpinan dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh kepada orang yang dipimpin dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatan menurut kehendak dan kepentingan masing-masing baik perseorangan maupun kelompok, pemimpin hanya sebagai penasehat.
c.       Tipe kepemimpinan demokratis
            Tipe kepemimpinan ini menempatkan manusia sebagai faktor utama dan terpenting dalam setiap kelompok atau organisasi. Kepemimpinan tipe demokratis dalam mengambil keputusan sangat mementingkan musyawarah yang diwujudkan dalam setiap jenjang dan di dalam unit masing-masing. Pemimpin memandang dan menempatkan orang-orang yang dipimpinya sebagai subjek yang memiliki keperibadian dengan berbagai aspeknya, seperti dirinya sendiri, kemauan, kehendak, kemampuan, buah pikiran, pendapat, kreativitas, inisiatif yang berbeda-beda dan dihargai disalurkan secara wajar.
                  Dari ketiga tipe kepemimpinan diatas maka dapat di simpulkan bahwa dalam praktiknya saling mengisi atau saling menunjang secara bervariasi dan di sesuaikan dengan situasinya sehingga akan menghasilkan kepemimpinan yang efektif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar